(Sumber: http://fisikafkipuntad.blogspot.com/2014/02/teori-belajar-dalam-pembelajaran-ipa-sd.html, dipost:Sabtu, 15 Februari 2014)
Terdapat empat teori belajar dalam pembelajaran IPA di
SD. Diantaranya adalah :
1. Teori Belajar Piaget
2. Teori Belajar
Bruner
3. Teori Belajar
Gagne
4. Teori Belajar
Ausubel
Keempat teori
belajar tersebut akan dibahas pada pertemuan kedua dalam mata kuliah
Pembelajaran IPA di SD bagi mahasiswa Program Kualifikasi PGSD Kelas C..2.6. FKIP
Universitas Tadulako.
TEORI PIAGET
Teori Peaget
mempunyai nama lengkap Jean Piaget, lahir di Swiss tepatnya di Neuchatel pada
tahun 1896.
Perkembangan
mental atau kognitif anak terdiri dari beberapa tahapan. Ada empat tahapan
perkembangan mental anak secara berurutan, di antaranya adalah :
|
TAHAP
|
PERKIRAAN USIA
|
CIRI KHUSUS
|
|
Sensori Motor
|
0 – 2 tahun
|
Kecerdasan motorik (gerak) dunia (benda) yang ada
adalah yang tampak tidak ada bahasa pada tahap awal
|
|
Pre-Ooperasional
|
2 – 7 tahun
|
Berpikir secara egosentris alasan-alasan didominasi
oleh persepsi lebih banyak intuisi daripada pemikiran logis belum cepat
melakukan konsentrasi
|
|
Konkret Operasional
|
7 – 11 atau 12 tahun
|
Dapat melakukan konservasi logika tentang kelas dan
hubungan pengetahuan tentang angka berpikir terkait dengan yang nyata
|
|
Formal Operasional
|
7 – 11 atau 12 tahun 14 tahun atau 15 tahun
|
Pemikiran yang sudah lengkap pemikiran yang
proporsional kemampuan untuk mengatasi hipotesis perkembangan idealisme yang
kuat
|
· PENERAPAN
TEORI PIAGET DALAM PEMBELAJARAN IPA DI SD
Menurut Piaget,
ada sedikitnya tiga hal yang perlu diperhatikan oleh guru dalam merancang
pembelajaran di kelas, terutama dalam pembelajaran IPA. Ketiga hal tersebut
adalah :
1) Seluruh anak melewati
tahapan yang sama secara berurutan ;
2) Anak mempunyai
tanggapan yang berbeda terhadap suatu benda atau kejadian ;
3) Apabila hanya
kegiatan fisik yang diberikan kepada anak, tidaklah cukup untuk menjamin
perkembangan intelektual anak.
· CARA
PEMBELAJARAN IPA DI SD BERDASARKAN TEORI PIAGET
Guru
harus selalu memperhatikan pada setiap siswa apa yang mereka lakukan, apakah
mereka melaksanakan dengan benar, apakah mereka tidak mendapatkan kesulitan.
Guru
harus berbuat seperti apa yang Piaget perbuat yaitu memberikan kesempatan
kepada anak untuk menemukan sendiri jawabanya, sedangkan guru harus selalu siap
dengan alternatif jabawab bila sewaktu-waktu dibutuhkan.
Pada
akhir pembelajaran, guru mengulas kembali bagaimana siswa dapat menemukan
jawaban yang diinginkan.
2. TEORI
BELAJAR BRUNER
· TEORI
BRUNER
Bruner
merupakan salah seorang ahli psikolog perkembangan dan ahli belajar kognitif.
Beliau beranggapan bahwa belaar merupakan kegiatan perolehan informasi.
Kegiatan pengolahan informasi tersebut meliputi pembentukan kategori-kategori.
Di antara kategori-kategori tersebut ada kemungkinan saling berhubungan yang
disebut sebagai koding. Teori belajat Bruner ini disebut sebagai
teori belajar penemuan.
Ada tiga tahap
penampilan mental yang dikemukakan oleh Bruner, yaitu :
Tahap
Penampilan Enaktif sejajar dengan Tahap Sensori Motor pada
Piaget
Dimana anak
pada dasarnya mengembangkan keterampilan motorik dan kesadaran dirinya dengan
lingkungannya.
Tahap
Penampilan Ikonik sejajar dengan Tahap Pre-Operasional pada
Piaget
Pada tahap ini
penampilan mental anak sangat dipengaruhi oleh persepsinya, dimana persepsi
tersebut bersifat egosentris dan tidak stabil. Mereka belum mengembangkan
kontrol pada persepsinya yang memungkinkan mereka melihat dirinya sendiri
sengan suatu pola yang tetap.
Tahap
Penampilan Simbolik sejajar dengan Tahap Operasi Logis
(Formal) pada Piaget
Inti dari tahap
penampilan simbolik ini adalah pengembangan keterampilan berbahasa dan
kemampuan untuk mengartikan dunia luar dengan kata-kata dan idenya. Anak yang
memulai untuk secara simbolik memproses informasi.
Tidak seperti
Piaget, pembagian tahapan oleh Bruner bukanlah merupakan suatu hal yang kaku
melainkan bersifat fleksibel tidak dimaksudkan untuk menentukan kesiapan anak
untuk belajar. Bruner beranggapan bahwa semenjak kecil secara intuitif, manusia
sudah dapat menangkap konsep-konsep IPA.
· PENERAPAN
MODEL BELAJAR BRUNER DALAM PEMBELAJARAN IPA DI SD
Dalam
penerapannya dalam proses pembelajaran di kelas, Bruner mengembangkan model
pembelajaran penemuan.
Model
ini pada prinsipnya memberikan kesempatan kepada siswa untuk memperoleh
informasi sendiri dengan bantuan guru dan biasanya menggunakan barang yang
nyata.
Peranan
guru dalam pembelajaran ini bukanlah sebagai seorang pemberi informasi
melainkan seorang penuntun untuk mendapatkan informasi.
·
CARA PEMBELAJARAN IPA DI SD BERDASARKAN MODEL BRUNER
Guru harus
mempunyai cara yang baik untuk tidak secara lansung memberikan informasi yang
dibutuhkan oleh siswa. Model pembelajaran ini mempunyai banyak manfaat, antara
lain :
1. Pembelajar (Siswa) akan mudah mengingat materi pembelajaran apabila
informasi tersebut didapatkan sendiri, bukan merupakan informasi perolehan.
2. Apabila
pembelajar telah memperoleh informasi, maka dia akan mengingat lebih lama.
3. TEORI
BELAJAR GAGNE
· TEORI
GAGNE
Model ini
menunjukkan aliran informasi dari input ke output. Rangsangan/stimulus dari
lingkungan (environtment) mempengaruhi alat-alat indera yaitu (receptor),
dan masuk ke dalam sistem syaraf melalui register penginderaan (sensory
register). Disini informasi diberi kode, artinya informasi diberi suatu
bentuk yang mewakili informasiaslinya dan berlangsung dalam waktu yang sangat
singkat. Bagian-bagian ini dimasukkan dalam memori jangka pendek (short term
memory) dalam waktu singkat, sekitar beberapa detik saja. Tetapi, informasi
dapat diolah oleh internal rehearsal dan disimpan dalam memori jangka pendek
untuk waktu yang lebih lama, namun rehearsal juga mampu
mentransformasikan informasi itu sekali lagi ke dalam memori jangka panjang (long
term memory).
Informasi dari
memori jangka pendek atau memori jangka panjang dikeluarkan kembali melalui
suatu generator repons (response generator) yang berfungsi mengubah
informasi menjadi tindakan.
Model seperti
digambarkan di atas juga menunjukkan bagaimana pengendalian internal dari
aliran informasi oleh kontrol utama (executice control) dan
harapan-harapan (ecpectancies).
Menurtu teori
Ada beberapa ciri penting tentang belajar, yaitu :
1. Belajar itu merupakan suatu proses yang dapat dilakukan manusia,
2. Belajar menyangkut interaksi antara pembelajar (orang yang belajar) dan
lingkungannya,
3. Belajar telah berlangsung bila terjadi perubahan tingkah laku yang bertahap
cukup lama selama kehidupan orang itu.
· HASIL
BELAJAR MENURUT GAGNE
Ada 5 taksonomi
Gagne tentang hasil-hasil belajar meliputi :
a) Informasi
verbal (verbal information)
Informasi verbal ialah informasi yang diperoleh dari
kata yang diucapkan orang, dari membaca, televisi, komputer dan sebagainya
meliputi nama-nama, fakta-fakta, prinsip-prinsip dan generalisasi-generalisasi.
b) Keterampilan-keterampilan
intelektual (intellectual skills)
Kemampuan untuk berhubungan dengan lingkungan hidup
dan dirinya sendiri dalam bentuk representasi, khususnya konsep dan
berbagai lambang/simbol (huruf : angka, kata, gambar)
Kemahiran
intelektual terbagi dalam empat subkemampuan yaitu :
· Diskriminasi
(descrimination)
· Konsep-konsep
konkret (concrete concepts)
· Konsep-konsep
terdefini (defined conceps)
· Aturan-aturan
(rules)
c) Strategi-strategi Kognitif (defined
strategies)
Strategi-strategi
kognitif adalah kemampuan-kemampuan internal yang terorganisasi. Siswa
menggunakan strategi kognitif ini dalam memikirkan tentang apa yang telah
dipelajarinya dan dalam memecahkan masalah secara kreatif.
d) Sikap-sikap (attitudes)
Sikap
merupakan pembawaan yang dapat dipelajari dan dapat mempengaruhi tingkah laku
kita terhadap benda-benda, kejadian-kejadian atau makhluk hidup. Sekolompok
sikap yang penting ialah sikap-sikap kita terhadap orang lain atau sikap
sosial. Dengan demikian maka akan tertanam sikap sosial pada para siswa
e) Keterampilan-keterampilan (motor
skills)
Keterampilan
motorik tidak hanya mencakup kegiatan-kegiatan fisik, tetapi juga
kegiatan-kegiatan fakta, tetapi juga kegiatan-kegiatan motorik yang digabungkan
dengan keterampilan intelektual, misalnya : bila berbicara, menulis, atau dalam
menggunakan berbagai alat IPA seperti menggunakan pipa kapiler, termometer dan
sebagainya.
MENERAPKAN TEORI GAGNE DALAM MENGAJARKAN IPA DI SD
Model mengajar
menurut Gagne meliputi delapan langkah yang sering disebut kejadian-kejadian
instruksional (instructional events), meliputi :
a) Mengaktifkan
motivasi (activating motivation)
b) Memberi tahu
pelajar tentang tujuan-tujuan belajar (instructional information)
c) Mengarahkan
perhatian (directing motivation)
d) Merangsang ingatan (stimulating
recall)
e) Menyediakan
bimbingan belajar (providing learning guidance)
f) Meningkatkan
retensi (enhancing retention)
g) Membantu
transfer belajar (helping transfer of learning)
h) Mengeluarkan
perbuatan (eliciting performance)
i) Memberi
umpan balik (providing feedback)
4. TEORI
BELAJAR AUSUBEL
TEORI AUSUBEL (BELAJAR BERMAKNA)
Ausubel adalah
seorang ahli psikologi kognitif. Inti dari teori belajarnya adalah belajar
bermakna. Bagi Ausubel belajar bermakna merupakan suatu proses dikaitkannya
informasi baru pada konsep-konsep relevan yang terdapat pada struktur kognitif
seseorang.
Peristiwa
psikologi belajar bermakna menyangkut asimilasi informasi baru ke dalam
pengetahuan yang telah ada dalam struktur kognitif seseorang.
Jadi dapat
disimpulkan bahwa menurut Ausubel, belajar bermakna akan terjadi apabila
informasi baru dapat dikaitkan dengan konsep-konsep yang sudah terdapat dalam
struktur kognitif seseorang.
MENERAPKAN TEORI AUSUBEL DALAM PENGAJARAN IPA
Faktor yang
paling penting yang mempengaruhi belajar adalah apa yang telah diketahui oleh
siswa. Informasi yang baru diterima akan disimpan di daerah tertentu dalam
otak. Banyak sel otak tang terlibat dalam penyimpanan pengetahuan tersebut.
David P.
Ausubel menyebutkan bahwa pengajaran secara verbal adalah lebih efisien dari
segi waktu yang diperlukan untuk menyajikan pelajaran dan menyajikan bahwa
pembelajar dapat mempelajari materi pelajaran dalam jumlah yang lebih banyak.
PRINSIP-PRINSIP YANG DIKEMUKAKAN OLEH AUSUBEL
Faktor yang
paling penting yang mempengaruhi belajar adalah apa yang telah diketahui oleh
siswadalam mengaitkan konsep-konsep yang telah ada dalam struktur kognitif dikumukakan
2 prinsip oleh Ausubel yaitu :
a) Prinsip
Diferensiasi Progresif (progressive differentiation)
Dalam
diferensiasi progresif, konsep-konsep yang diajarkan dimulai dengan
konsep- konsep yang umum menuju konsep-konsep yang lebih khusus.
b) Prinsip
Rekonsiliasi integratif (integrative reconciliation)
Dalam
rekonsiliasi integratif, konsep-konsep atau gagasan-gagasan perlu
diintegrasikan dan disesuaikan dengan konsep-konsep yang telah dipelajari
sebelumnya

0 komentar:
Posting Komentar